Senin, 24 Oktober 2011

Aspergillus pada makanan

Kapang Aspergillus sp tidak sepopuler Rhizopus sp. Hal ini disebabkan Rhizopus sp langsung dapat dilihat oleh konsumen pada makanan yang dikonsumsi misalnya tempe juga Neurospora pada oncom. Aspergillus sebenranya lebih banyak dimanfaatkan namun produk yang dikonsumsi tidak melibatkan jamurnya.
Aspergillus oryzae yang digunakan dalam pembuatan kecap, sangatlah berperan pada perombakan protein kedelai sehingga meningkatkan protein terlarut pada kecap yang dihasilkan. Perombakan karbohidrat yang dilakukan oleh enzim amilase dari Aspergillus juga penting bagi pertumbuhan bakteri dan khamir ketika kedelai mengalami fermentasi dalam larutan garam.

Aspergillus niger penting pda produksi asam sitrat yang banyak digunakan pada berbagai makanan dan minuman ataupun sebagai pengawet dan peningkat citarasa. Asam sitrat harus dimurnikan dari substrat fermentasi sehingga keterlibatan jamur tidak lagi nampak. A. niger juga dapat mengkontaminasi makananmisalnya pada roti tawar, pada jagung yang disimpan dan sebagainya. Juga digunakan fermentasi onggok ampas tapioka. Tapioka dibuat dari bahan ketela/singkong/cassava.
Aspergillus flavus merupakan kapang yang menghasilkan aflatoksin yaitu toksin yang dapat mematikan manusia dan ternak tergantung tipenya. Jamur ini banyak mengkontaminasi kedelai dan kacang tanah.
Aspergillus fumigatus digunakan untuk produksi enzim amilase yang dipakai pada berbagai industri termasuk industri makanan
Dan masih banyak lagi pemanfaatan atau kontaminan Aspergillus pada makanan. Semoga informasi singkat ini dapat menambah wawasan pada kita bahwa jamur ada yang dapat kita manfaatkan ataupun kita waspadai keberadaannya.

sumber : http://permimalang.wordpress.com
ARTIKEL LAIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar